JAKARTA – Kabar kurang sedap menyelimuti persiapan Tim Nasional Indonesia menjelang kalender internasional tahun 2026. Di tengah antusiasme publik menyambut era baru di bawah kendali pelatih anyar asal Kanada, John Herdman, skuad Garuda justru harus menerima kenyataan pahit. Dua jenderal lapangan mereka, Thom Haye dan Shayne Pattynama, dipastikan absen panjang akibat sanksi disiplin yang dijatuhkan oleh induk organisasi sepak bola dunia, FIFA.

Keputusan ini menjadi tamparan keras bagi PSSI dan para penggemar sepak bola tanah air. Pasalnya, absennya kedua pemain naturalisasi ini terjadi saat Indonesia tengah bersiap diri menjadi tuan rumah ajang prestisius, FIFA Series 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang.

Kronologi Sanksi: Buntut Protes Keras di Jeddah

Hukuman berat ini tidak datang tiba-tiba. Akar permasalahannya bermula dari tensi tinggi yang meledak pada 12 Oktober 2025 silam. Saat itu, Timnas Indonesia bertandang ke Stadion King Abdullah, Jeddah, untuk menghadapi Irak dalam laga krusial Grup B ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Pasca-pertandingan yang berakhir penuh drama tersebut, Thom Haye dan Shayne Pattynama dilaporkan melakukan protes yang dianggap melampaui batas kewajaran terhadap ofisial pertandingan. FIFA, dalam rilis resminya, menyatakan bahwa tindakan keduanya melanggar Pasal 14 ayat 1 butir j Kode Disiplin FIFA terkait perilaku tidak sportif terhadap perangkat pertandingan.

Tak tanggung-tanggung, FIFA menjatuhkan larangan bermain sebanyak empat pertandingan internasional serta denda individu sebesar 5.000 CHF atau sekitar Rp103 juta. Sanksi ini otomatis memutus rantai kehadiran mereka dalam agenda penting Timnas di semester pertama tahun 2026.

Baca Juga:

Era Baru “The Tactical Wizard”: John Herdman Resmi Nakhodai Timnas Indonesia

PSSI Turut Terkena Imbas: Denda Miliaran Rupiah

Hukuman ternyata tidak hanya menyasar individu pemain. Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) juga harus merogoh kocek dalam-dalam setelah FIFA menjatuhkan denda sebesar 50.000 CHF atau setara dengan Rp1 miliar.

Sanksi kolektif ini merupakan buntut dari tindakan tidak terpuji oknum suporter yang melemparkan botol ke area lapangan saat menjamu Irak. FIFA menilai PSSI gagal menjamin keamanan dan ketertiban di dalam stadion sesuai dengan regulasi keselamatan internasional. Hal ini menjadi pengingat keras bagi para pecinta sepak bola di tanah air bahwa dukungan fanatik harus tetap berjalan di koridor aturan demi kemajuan prestasi nasional.

Tantangan Berat John Herdman di Awal Masa Jabatan

Kondisi ini tentu menjadi ujian perdana yang sangat menantang bagi John Herdman. Pelatih yang sukses membawa Kanada mentas di Piala Dunia 2022 tersebut dijadwalkan tiba di Jakarta pada 11 Januari 2026 dan akan diperkenalkan secara resmi kepada publik keesokan harinya.

Herdman, yang dikenal dengan pendekatan “pembangunan tim dari akar”, kini harus memutar otak lebih keras. Tanpa Thom Haye yang selama ini menjadi metronom di lini tengah, serta Shayne Pattynama yang eksplosif di sisi sayap pertahanan, Herdman kehilangan dua komponen kunci dalam sistem transisinya.

FIFA Series 2026 yang akan digelar di Indonesia sejatinya dimaksudkan sebagai panggung unjuk gigi bagi Herdman. Turnamen ini akan melibatkan empat negara, termasuk tim-tim kuat dari Eropa dan Afrika yang identitasnya masih dirahasiakan oleh PSSI. Namun, absennya Haye dan Pattynama berarti Herdman harus memaksimalkan talenta lokal atau pemain keturunan lainnya yang tersedia untuk menambal lubang besar di lini vital.

Kapan Mereka Kembali?

Para pendukung Garuda harus bersabar untuk melihat kembali aksi “The Professor” Thom Haye dan ketangguhan Shayne Pattynama. Mengingat durasi sanksi empat pertandingan yang juga mencakup laga internasional pada Juni 2026, keduanya diperkirakan baru bisa merumput kembali saat Piala AFF 2026 bergulir.

Turnamen bergengsi di Asia Tenggara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Menariknya, drawing atau pengundian grup untuk Piala AFF 2026 akan dilakukan pada 15 Januari 2026, hanya beberapa hari setelah perkenalan resmi John Herdman. Ini akan menjadi target realistis pertama bagi Timnas Indonesia untuk bisa menurunkan kekuatan penuh di bawah kepemimpinan pelatih kelas dunia tersebut.

Meskipun merugikan, absennya dua pilar ini bisa dipandang sebagai peluang oleh John Herdman untuk mengeksplorasi kedalaman skuad. Nama-nama seperti Ivar Jenner, Marselino Ferdinan, atau mungkin talenta muda dari liga domestik akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperebutkan tempat utama selama masa skorsing Haye dan Pattynama.

Pendekatan Herdman yang dinilai sangat sistematis dalam membangun struktur tim diharapkan mampu mengubah krisis ini menjadi momen pendewasaan bagi pemain lain. Publik kini menanti, bagaimana ramuan taktik sang “Arsitek Kanada” dalam menghadapi gempuran tim-tim Eropa dan Afrika tanpa kehadiran para jenderalnya di lapangan hijau.

Fokus kini beralih ke tanggal 12 Januari nanti. Perkenalan John Herdman bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari perjalanan panjang Indonesia menuju impian besar yang sempat tertunda oleh sanksi dan disiplin lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *