MODENA – Jika ada satu nama yang paling sering dibicarakan di kedai kopi sepanjang kota Reggio Emilia hingga ke Jakarta pada awal tahun 2026 ini, nama itu adalah Jay Idzes. Bek andalan Timnas Indonesia tersebut baru saja menutup tahun 2025 dengan catatan yang fantastis: dari pemain cadangan di Sassuolo hingga menjadi target utama dua raksasa Milan di bursa transfer mendatang.

Kepindahan Idzes dari Venezia ke Sassuolo pada musim panas 2025 awalnya dipandang sinis oleh sebagian pengamat Italia. Banyak yang mengira bek bertinggi 191 cm ini hanya akan menjadi pelapis di Mapei Stadium. Namun, realita di lapangan berkata lain. Idzes membuktikan bahwa kualitas “darah dingin”-nya dalam membaca permainan adalah aset yang sangat langka di Serie A.

Dari Bangku Cadangan Menuju Singgasana Utama

Awal musim 2025/2026 merupakan ujian mental bagi pemain yang akrab disapa “Bang Jay” oleh netizen Indonesia ini. Dalam beberapa pekan perdana, ia harus puas menyaksikan rekan-rekannya bertarung dari bench. Namun, cedera pemain pilar Sassuolo dan performa buruk lini belakang tim asuhan Fabio Grosso saat itu membuka pintu kesempatan.

Jay Idzes tidak hanya sekadar mengisi kekosongan; ia menyegel tempat tersebut. Kelebihannya dalam mendistribusikan bola dari lini belakang (ball-playing defender) serta ketenangannya saat ditekan penyerang kelas dunia menjadikannya nyawa baru bagi pertahanan Neroverdi. Duelnya melawan bintang-bintang seperti Christian Pulisic saat laga kontra AC Milan pada Desember 2025 menjadi bukti sahih bahwa Idzes sudah level elite.

Perang Saudara di San Siro: Milan vs Inter Berebut Idzes

Kegemilangan Idzes memicu efek domino di bursa transfer. Tidak tanggung-tanggung, dua penguasa kota Milan, AC Milan dan Inter Milan, kini dilaporkan sedang terlibat perang urat syaraf untuk mengamankan tanda tangannya pada musim panas 2026.

  • AC Milan: Rossoneri sedang mengalami krisis identitas di lini belakang. Fikayo Tomori yang inkonsisten dan kebutuhan akan pendamping tangguh bagi Matteo Gabbia membuat manajemen Milan melirik Jay Idzes. Menariknya, Milan tidak hanya menginginkan Jay. Mereka dikabarkan tertarik memboyong duet menara Sassuolo, yakni Jay Idzes dan Tarik Muharemovic, guna menciptakan tembok pertahanan baru di San Siro.
  • Inter Milan: Di sisi lain, sang rival sekota memiliki alasan yang berbeda namun sama mendesaknya. Inter sedang dalam misi “panti jompo” atau regenerasi besar-besaran. Bek veteran mereka, Francesco Acerbi, kini telah menginjak usia 37 tahun, sementara Stefan de Vrij (33) mulai sering berkutat dengan masalah kebugaran. Jay Idzes dipandang sebagai profil yang sempurna untuk mengisi peran central center-back dalam formasi tiga bek andalan Simone Inzaghi.

Baca Juga:

Garuda Muda Taklukkan Gajah Perang, Indonesia Raja Futsal Asia Tenggara 2025!

Meroketnya “Market Value”: Rekor Sejarah Pemain Indonesia

Seiring dengan performa klinis dan ketertarikan klub raksasa, nilai pasar Jay Idzes mengalami lonjakan yang tidak masuk akal dalam waktu singkat. Berdasarkan pembaruan data Transfermarkt per Desember 2025, valuasi Jay Idzes kini menyentuh angka 10 juta Euro atau setara dengan Rp197 miliar.

Jika kita menilik ke belakang, perkembangan ini sangatlah fenomenal:

  • 2023: Valuasinya hanya berkisar di angka 750 ribu Euro (Rp17,7 miliar).
  • Juni 2025: Meroket ke angka 7,5 juta Euro setelah membawa Venezia promosi dan tampil apik di Timnas.
  • Desember 2025: Menembus batas 10 juta Euro.

Angka ini menjadikan Jay Idzes sebagai pemain Indonesia dengan nilai pasar tertinggi sepanjang sejarah, melampaui rekor-rekor sebelumnya. Valuasi ini diprediksi akan terus membumbung tinggi jika Sassuolo berhasil finis di zona kompetisi Eropa atau jika Jay tampil gemilang di Kualifikasi Piala Dunia bersama Timnas Indonesia.

Menatap 2026: Ambisi dan Loyalitas

Meskipun rumor transfer semakin liar, Jay Idzes tetap menunjukkan profesionalisme tinggi. Fokus utamanya saat ini adalah membawa Sassuolo meraih hasil maksimal, terutama pada laga terdekat melawan Parma di Serie A yang dijadwalkan pada 3 Januari 2026.

“Musim ini sangat menentukan. Saya belajar setiap hari di Italia, liga yang dikenal sebagai sekolah bek terbaik di dunia. Fokus saya hanya memberikan yang terbaik untuk tim yang saya bela saat ini,” ujar Idzes dalam sebuah sesi latihan.

Bagi fans Timnas Indonesia, kehadiran Jay Idzes di kasta tertinggi sepak bola Italia dengan status incaran klub elite adalah sebuah kebanggaan sekaligus harapan. Ia bukan sekadar pemain naturalisasi, melainkan representasi kebangkitan sepak bola tanah air di kancah global.

Statistik Kunci Jay Idzes (Hingga Desember 2025)

KategoriCatatan
Akurasi Operan89,4%
Menang Duel Udara72%
Intersep per Pertandingan3.4
Menit Bermain (Serie A 25/26)1.150 Menit

Akankah kita melihat Jay Idzes mengenakan jersey berlogo Scudetto di musim depan? Ataukah ia akan tetap setia menjaga pertahanan Sassuolo untuk mematangkan kariernya? Satu yang pasti, tahun 2026 akan menjadi tahun di mana dunia benar-benar mengenal siapa itu Jay Idzes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *